Tuesday, August 28, 2018

Geografi

Kata Pengantar
Puji dan Syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami haturkan sholawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita ke zaman yang terang benderang.
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Berkat dorongan serta bantuan mereka kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan penuh kekurangan. Maka dari itu, kritik maupun saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak sangat diperlukan demi menyempurnakan makalah ini. Akhir kata kami berharap makalah ini dapat menjadi bahan informasi dan penunjang bagi kita semua.
BAB I
                  PENDAHULUAN
            A.  Latar Belakang
Bumi merupakan satu-satunya tempat tinggal bagi makhluk hidup. Pelestarian lingkungan dilapisan bumi sangat mempengaruhi kelangsungan hidup semua makhluk hidup.
Suhu bumi yang terus meningkat ternyata menimbulkan banyak dampak negatif bagi kehidupan makhluk hidup. Gas CO2 yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil (BBF) telah menyebabkan suhu bumi meningkat dan menimbulkan pemanasan global. Selain itu, banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global ini.
Untuk itu, kami akan memuat dan meliput segala sesuatu yang berhubungan dengan pemanasan global, antara lain penyebab, akibat, hingga solusinya agar kita lebih mengetahui tentang pemanasan global termasuk mengapa akhir-akhir ini bumi kita terasa panas dan banyak dampak yang ditimbulkan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pemanasan global (global warming)?
2.      Apa saja yang menyebabkan terjadinya pemanasan global?
3.      Apa saja dampak-dampak dari pemanasan global?
4.      Bagaimana cara mengatasi/mengurangi dampak negatif pemanasan global?
            C.  Tujuan Pembahasan
1.      Mengetahui dan memahami maksud dari pemanasan global.
2.      Mengetahui dan memahami penyebab terjadinya pemanasan global.
3.      Mengetahui dan memahami dampak-dampak dari pemanasan global.
4.      Mengetahui dan memahami solusi untuk mengatasi/mengurangi dampak negatif pemanasan global.

BAB II
PEMANASAN GLOBAL
(Global Warming)
            A.  Pengertian
Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
            B. Penyebab Pemanasan Global
Pemanasan global merupakan akibat yang dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih-guna lahan. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas-gas rumah kaca yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer.
Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua.
Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian. Hasilnya, pemanasan global yang mengancam kehidupan berbagai flora & fauna di bumi tidak dapat dihindari.
Penyebab pemanasan global lainnya adalah adanya efek umpan balik. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif (yang menambah pemanasan) akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
Faktor pertumbuhan penduduk dan pengunaan bahan bakar fosil berkaitan dengan kerusakan hutan (deforestasi). Ketidakseimbangan antara perusakan dan perbaikan tercermin pada kedua faktor tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan tata lahan. Pembabatan lahan penyerap karbon harus segera dihentikan untuk menekan pemanasan global.
            C. Dampak Pemanasan Global
Pemanasan global juga memberikan “sedikit” dampak positif. Peningkatan suhu rata-rata menyebabkan proses fotosintesis meningkat yang berimplikasi pada peningkatan produksi pangan.
Namun, terlalu banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh pemanasan global. Berbagai penilitian, konferensi, dan seminar telah dilakukan untuk menanggapi kondisi iklim yang semakin memburuk. Adapun dampak-dampak negatif tersebut adalah sebagai berikut.
-          Naiknya suhu samudra (Pasifik & Hindia). Hal ini berdampak serius pada ekologi samudra, terutama mengancam kehidupan terumbu karang. Selain itu, suhu lautan yang berubah berakibat pada perubahan arah angin yang secara acak yang akan menyebabkan cuaca sulit diramal.
-          Mencairnya salju dan es. Laporan terbaru dari para ahli menunjukkan salju dunia sudah berkurang 10%.
-          Naiknya permukaan air laut. Kondisi ini akan mengancam Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai nomor 2 terpanjang di dunia.
-          Musim kemarau yang panjang dan tak beraturan.
-          Musim hujan yang singkat dengan intensitas tinggi.
-          Terjadinya perubahan iklim.
-          Air tanah menjadi langka.
-          Mempengaruhi gejala El Nino,memungkinkan kekuatan El Nino yang rata-rata terjadi 4 tahun sekali semakin dahsyat. Hal ini diduga kuat sebagai penyebab peningkatan intensitas terjadinya badai yang terjadi akhir-akhir ini.
-          Mengancam flora & fauna tertentu pada kepunahan. Hasil penelitian pada 2003 silam memaparkan bahwa 50 tahun terakhir ada 1700 jenis hewan dan tumbuhan yang secara bertahap beralih ke dua kutub. Jika tidak mengurangi kecepatan pemanasan global, maka akan banyak makhluk hidup mengalami kepunahan.
-          Dalam aspek estetis, hilangnya beberapa tempat yang memberikan pemandangan indah.
            D.  Solusi bagi Pemanasan Global
Melihat begitu banyaknya dampak-dampak negatif serta kerugian yang ditimbulkan, harus diambil tindakan guna mengurangi/mengatasi pemanasan global. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut.
-          Menghilangkan karbon. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti menanam pepohonan, menggunakan bahan bakar rendah emisi, menyuntikkan gas karbon dioksida ke sumur-sumur minyak, perdagangan karbon, dan lain-lain.
-          Meratifikasi Protokol Kyoto. Protolol Kyoto merupakan sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Perjanjian ini bertujuan untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca - karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC - yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-12.
-          Melakukan konservasi hutan.
-          Melakukan reboisasi pada 10 negara yang memiliki hutan hujan tropis.
-          Mengganti/mencari alternatif energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghemat pemakainnya.Salah satu alternatifnya adalah mengembangkan bioenergi melalui tanaman jarak.
Dalam ruang lingkup global, usaha-usaha tersebut harus dilakukan oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang secara bertahap secara berkesinambungan. Yang dapat kita lakukan untuk membantu menekan pemanasan global, antara lain: memakai listrik seperlunya, memilih alat-alat elektronik hemat energi, menanam pohon untuk menyerap karbon, dan menghemat pemakaian BBM. Usaha ini memang terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara global, maka bukan mustahil dampak negatif pemanasan global dapat teratasi seluruhnya.
Hal yang terpenting adalah dibutuhkan kesadaran dan kearifan dari seluruh manusia di muka bumi untuk menyelamatkan bumi itu sendiri. Tanpa dua hal tersebut, harapan untuk menempati lingkungan yang aman dan nyaman sulit kita wujudkan. Sifat ini harus ditanamkan pada pelajar sebagai generasi penerus yang menentukan kemana arah bumi di masa depan, kesejahteraan atau kehancuran.

PENUTUP
            A. Simpulan
Dari pembahasan materi pemanasan global diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut.
-          Pemanasan global merupakan permasalahan global yang harus segera diatasi.
-          Penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah adanya efek rumah kaca dan efek umpan balik positif.
-          Pemanasan global memberikan banyak sekali dampak negatif terhadap kelangsungan hidup organisme di bumi.
            B.  Saran-saran
Kami menyarankan kepada segenap lapisan masyarakat, terutama kepada pelajar yang akan memegang tongkat estafet dalam mengelola bumi di masa yang akan datang, untuk lebih bijaksana dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam haruslah berwawasan lingkungan.
Selain itu, kita harus menanamkan segala kebiasaan yang mampu menekan pemanasan global seperti: menghemat listrik, menggunakan alat elektronik yang hemat listrik dan ramah lingkungan, menghemat BBM, dan melakukan penghijauan disekitas lingkungan kita.
                  

<By. Nova_P.P>

Pendidikan

No.1
>.Warga negara adalah mereka sekelompok orang yang berdasarkan hukun adalah anggota atau penduduk sebuah negara
>.Penduduk adalah mereka, sekelompok orang yang tinggal atau menetap dalam sebuah wilayah atau daerah negara.     
>.Warga negara Menurut UUD 1945 Pasal 26 Ayat (1) adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
No.2
 >.Golongan Eropa adalah semua yang digolongkan dalam golongan Eropa ini adalah semua orang yang berasal dari Eropa, baik Belanda maupun bukan Belanda, orang Jepang, serta anak-anak yang sah dilahirkan di Hindia Belanda dengan hukum keluarga Belanda.
>.Golongan Indonesia adalah dari semua etnis pribumi Indonesia asli atau yang bukan Indonesia asli tetapi meninggalkan hukum asli negaranya dan menikah dengan orang Indonesia asli.
>.Golongan Timur Asing nampaknya lebih memberi konotasi negatif bersamaan dengan sikap diskriminatif terhadap golongan yang tidak terdaftar dalam golongan Eropa maupun golongan Indonesia asli. Golongan ini di antaranya terdapat pada golongan Tionghoa dan Arab dan sebagainya. 

No.3 
Undang – undang yang mengatur kewarganegaraan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 :
 – UU no. 3 tahun 1946 tentang Kewarganegaraan Indonesia.
– UU no. 2 tahun 1958 tentang Penyelesaian Dwi Kewarganegaraan antara Indonesia dan RRC.
– UU no. 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia sebagai Penyempurnaan UU no. 3 tahun 1946. 
- UU no. 4 tahun 1969 tentang Pencabutan UU no. 2 tahun 1958 dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
 – UU no. 3 tahun 1976 tentang Pencabutan pasal 18 UU no. 62 tahun 1958 
– UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia
No.4 

>.Stelsel pasif adalah seseorang dengan sendirinya dianggap menjadi warga negara tanpa melakukan sesuatu tindakan hukum tertentu. 
>.Stelsel aktif adalah seseorang harus melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif untuk menjadi warga negara. 
>.Ius adalah hak mendapatkan kewarganegaraan yang bisa diperoleh seseorang berdasarkan tempat lahir di wilayah dari suatu negara.
>.Ius sanguinis atau jus sanguinis (asas keturunan atau pertalian darah) adalah hak kewarganegaraan yang diperoleh seseorang (individu) berdasarkan kewarganegaraan ayah atau ibu biologisnya. 
>.Bipatride adalah seorangpenduduk yang mempunyai dua kewarganegaraan sekaligus.
>.Apatride adalah adanyaseorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai kewarganegaraan. 
No.5 
A.Naturalisasi adalah suatu cara bagi orang asing untuk memperoleh suatu kewarganegaraan dari suatu Negara 
B.Naturalisasi Biasa yaitu suatu naturalisasi yang dilakukan oleh orang asing melalui permohonan dan prosedur yang telah ditentukan 
C.Naturalisasi Istimewa (luar biasa) adalah pewarganegaraan yang dapat diberikan kepada mereka (warga asing) yang telah berjasa kepada Negara RI dengan pernyataan sendiri (pemohon) untuk menjadi warga Negara RI atau dapat diminta menjadi warga Negara RI.
 No.6 
A. Naturalisasi Biasa. Syarat-syaratnya:
 1. Telah berusia 21 Tahun. 
2. Lahir di wilayah RI/bertempat tinggal yang paling akhir minimal 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.
3. Apabila ia seorang laki-laki yang sudah kawin, ia perlu mendapat persetujuan istrinya. 
4. Dapat berbahasa Indonesia.
5. Sehat jasmani dan rohani.
No.7
Warga negara Indonesia berdasar UU no 12 thn 2006 pasal 4 : 
1. orang orang bangsa indonesia dan orang orang bangsa lain yang disahkan dengan undang undang sebagai warga negara. 
2. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang undangan dan atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia.
3. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah warga negara indonesia dan ibu warga negara indonesia 
4. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah warga negara indonesia dan ibu asing 
5. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah asing dan ibu warga negara indonesia.
No.8 
A.Perempuan WNI yang kawin dengan laki-laki WNA kehilangan kewarganegaraannya. Jika menurut hukum negara asal suaminya. Kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut.
B.Laki-laki WNI yang kawin dengan perempuan WNA kehilangan kewarganegaraannya, jika menurut hukum asal istrinya, kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut.
No.9 
Pasal 23 UU RI No. 12 tahun 2006  
>Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.
>Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu. 
>Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin., bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan RI tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
 >Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu oleh presiden 
>Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan hanya dapat dijabat oleh WNI.
No.10
>.Ras adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusiadalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe 
>.Agama Adalah ajaran yang terutama didasarkan antara hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan sesamanya, dan dengan alam sekitarnya berdasarkan suatu kitab suci. 
>Gender adalah sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat.  
>.Golongan adalah kelompok (orang); tumpukan; puak. kelompok-kelompok yang ada didalam masyarakat yang didasarkan pada kesamaan kepentingan maupun tujuan. 
>.Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi merupakan suatu hasil karya dari akal dan fikiran manusia.
>.suku 
 adalah sebuah realitas/ kenyataan dari kelompok masyarakat tertentu di daerah tertentu yang ditandai oleh adanya kebiasaan-kebiasaan dan praktek hidup yang hanya ada pada kelompok masyarakat itu sendiri.

                                By."kita_semua"

#mohon maaf_jika bisa mohon bantuanya follow site/situs/blog saya.Nova.

Suka Suariasih

Bahasa Bali - Drama

Suatu hari Men Grudug becerita kepada cucu dari anak majikannya Ayu Cucu : Wak mape mbah yang’e ing ngelah kurenan? Men Grudug : Ow to ade...